5 Manajer Sepakbola yang Akan Dipecat di Tahun Baru 2018

501
5 Manajer Sepakbola yang Akan Dipecat di Tahun Baru 2018
5 Manajer Sepakbola yang Akan Dipecat di Tahun Baru 2018

Jakarta, SportNusa – Setelah paruh musim pertama liga-liga di Eropa selesai, tentunya ada beberapa hal yang akan dilakukan guna menambah kekuatan masing-masing tim. Akan banyak yang terjadi di tahun baru 2018, mulai dari melepas ataupun merekrut pemain hingga memecat manajer yang dianggap tidak mampu mengangkat performa tim.

Kali ini, Sportnusa akan membahas spesial manajer-manajer yang akan segera dipecat. Kita kembali ke beberapa bulan di awal musim 2017/18, sudah ada beberapa manajer yang harus kehilangan pekerjaan mereka. Tentunya karena dianggap kurang terampil, seperti Carlo Ancelotti, Peter Bosz, Ronald Koeman sudah hengkang dari masing-masing klub mereka.

Pada Kamis lalu, Eduardo Berrizzo secara mengejutkan dipecat oleh Sevilla yang berhasil membawa mereka berada di posisi ke-5 saat ini. Kejadian yang menimpa Berrizzo menjadi tanda bahwa semua manajer bisa mengalami hal yang sama jika sedikit saja membuat manajemen tim kesal.

Akan ada banyak manajer yang diprediksi tidak bisa bertahan di tahun baru 2018 ini. Oleh karena itu, Sportnusa mencoba merangkumnya menjadi 5 manajer yang akan dipecat, sebelum musim ini berakhir.

1. Mark Hughes – Stoke City

Mark Hughes, manajer Stoke City

Ketika Mark Hughes memanajeri Stoke City pada 2013 silam, klub baru saja mengakhiri musim di posisi ke-13. Saat itu tugasnya hanya satu, yaitu meningkatkan peruntungan tim di setiap musimnya.

Setelah berselang tiga musim, mantan pemain Chelsea itu secara berturut-turut sukses menempatkan Stoke di urutan ke-9 (musim 2013-14, 2014-15, 2015-16). Meski begitu, musim lalu (musim 2016-17), klub hanya bisa bertahan di urutan ke-13. Sementara musim ini mereka kesulitan beranjak di urutan ke-14, dengan perolehan 19 poin dari 19 laga.

Dengan sederet tren negatif yang dilalui Stoke, bukannya tidak mungkin, manajemen bisa kehilangan kesabaran kepada Hughes. Manajer asal Wales itu saat ini berada di ambang pemecatan, dan tahun 2018 siap menjadi tahun buruk untuknya.

2. Gennaro Gattuso – AC Milan

Gennaro Gattuso, manajer AC Milan

Gattuso dipromosikan dari tim akademik sebagai pengganti Vincenzo Montella yang dipecat belum lama ini. Salah satu legenda sepakbola Italia itu diharapkan bisa kembali mengangkat kembali performa tim, namun yang terjadi ternyata belum sesuai harapan.

Sebelum dia diangkat sebagai manajer tim senior, Milan berada di urutan ke-7 setelah 14 laga Serie A. Dan ternyata hasil tersebut tidak dapat mengambil hati manajemen Milan, dan membuat Montella dipersilakan untuk meninggalkan tim.

Setelah penunjukkan Gattuso, AC Milan saat ini malah turun ke peringkat 11, hanya berhasil mengantongi 4 poin dari 4 laga Serie A. Dalam 6 laga dibawah asuhan Gattuso, Milan hanya berhasil dua kali menang, kalah 3 kali dan imbang sekali.

Sama seperti dirinya saat masih bermain, Gattuso sebagai manajer juga merupakan sosok yang lantang menyuarakan ketidaksenangannya kepada kinerja tim. Hal ini diperkirakan dapat memancing amarah manajemen Milan dan tentunya bisa berujung pada pemecatan.

3. Stéphane Moulin – Angers

Stephane Moulin, manajer Angers

Pelatih ini memiliki hubungan yang bertahan cukup lama dengan Angers setelah sebelumnya sebagai seorang pemain. Dia mulai melatih sejak tahun 2005, saat itu masih dengan tim Angers B sebelum ditunjuk sebagai pelatih tim senior pada 2011 silam.

Sejak promosi, Moulin berhasil membawa Angers ke Ligue 1 Prancis pada 2015 silam setelah penantian klub selama 21 tahun. Bukan hanya promosi, di kasta tertinggi kompetisi sepakbola Prancis itu, Angers berhasil berada di peringkat ke-9. Meski musim lalu hanya berada di urutan ke-12, dedikasi Moulin tetap tidak boleh diragukan.

Namun, semuanya bertambah buruk di musim 2017-18 ini, mereka harus puas berada di urutan ke-19 dengan raihan 18 poin dari 19 pertandingan yang sudah dilakoni. Performa Angers benar-benar buruk dan sangat berbeda dari dua musim pertama mereka di Ligue 1.

Di antara 3 tim yang berada di zona degradasi saat ini, hanya Angers yang masih bertahan dengan pelatih mereka. Metz dan Lille sudah mengganti manajer mereka setelah awal musim yang buruk. Tidak mengejutkan, jika Angers mengikuti jejak dua tim yang saat ini berada di zona degradasi tersebut.

4. Michel Gonzalez – Malaga

Michel Gonzalez, manajer Malaga

Michel baru saja bergabung selama 10 bulan, dia menggantikan Marcelo Romero di pertengahan musim lalu. Tapi, nampaknya waktu yang diberikan sudah cukup untuknya, yang terbukti masih belum mampu mengangkat performa Malaga.

Sejak awal musim 17-18, Malaga hanya sukses meraup 11 poin dari 17 pertandingan yang sudah dilakoni, hasilnya? tentu saja sedang kesulitan keluar dari zona degradasi. Sebuah kekalahan terakhir dengan skor 1-0 menghadapi Alaves, membuat nasib Michel semakin di ujung tanduk.

Kontraknya yang akan habis pada 2018 nanti, dan juga kinerja yang buruk dalam melatih, menjadi bukti kuat untuk manajemen memecat sang pelatih. Michel menjadi manajer yang paling mungkin untuk dipecat di tahun 2018 ini.

5. Arsene Wenger – Arsenal

Pastinya, kalian semua, tidak hanya fans Arsenal, sudah bosan dengan pemberitaan Wenger yang akan segera dipecat. Sudah berulang kali, spanduk ‘WengerOut’ terpasang di Stadion Emirates dan bahkan menjadi populer di kalangan sosial media.

Awal musim ini, Wenger baru saja menandatangani kontrak baru dengan perpanjangan dua musim. Kabar ini sangat membuat fans Arsenal kesal dengan manajemen tim.

Arsenal saat ini berada di urutan ke-6 klasemen sementara Liga Inggris, dan dua musim terakhir, mereka harus puas absen dari Liga Champions karena ulah Wenger. Arsenal, yang selalu gagal juara, tentu membuat fans The Gunners diyakini sudah sangat kesal dengan Wenger.

Bukannya tidak mungkin, fans Arsenal akan berbondong-bondong mendatangani manajemen tim untuk segera memecat pelatih asal Prancis itu. Bagaimana? setuju kan jika Wenger segera dipecat?

6. Jangan sampai ketinggalan informasi sepakbola lainnya!