Ini Biang Kerok Kekalahan Real Madrid dari Barcelona

943
Ini Biang Kerok Kekalahan Real Madrid dari Barcelona
Ini Biang Kerok Kekalahan Real Madrid dari Barcelona

Jakarta, SportNusa – Nampaknya bukan hanya fans Barcelona, tapi hampir semua pecinta sepakbola senang dengan hasil akhir El Clasico akhir pekan lalu. Barcelona menang 3-0 melawan 10 orang pemain Madrid di Santiago Bernabeu, tepatnya pada 23 Desember 2017 kemarin.

Kalah tiga gol tanpa balas di hadapan pendukung sendiri nampaknya menjadi pukulan yang sangat telak untuk Zinedine Zidane sebelum Natal. Real Madrid memang terlihat sangat buruk memanfaatkan setiap pulang yang ada. Peluang-peluang yang dimiliki oleh sang bintang, Cristiano Ronaldo, juga tidak bisa diharapkan dalam laga tersebut.

Pada akhirnya, secara matematika, Real Madrid hampir dikatakan kalah dalam persaingan titel La Liga musim ini. Mereka saat ini berjarak 14 poin dengan rival abadi mereka, yang sekarang berada di puncak klasemen sementara. Jika anda jadi manajer Real Madrid, apa yang akan anda lakukan? Pastinya mengalihkan fokus ke kompetisi lain, yang masih mungkin untuk dimenangkan.

Ada beberapa hal, selain kurang bisa memanfaatkan peluang yang ada, yang menjadi alasan kenapa Real Madrid kalah dari Barcelona. Berikut, Sportnusa.com sajikan untuk para pembaca setia:

1. Kovacic? Hanya Bagus Beberapa Menit

Mateo Kovacic, gelandang Real Madrid.

Bermain di siang hari, saat matahari sedang terik-teriknya, terlihat jelas Los Blancos kurang mendominasi jalannya laga secara penuh. Memang, mereka cukup bagus saat laga baru dimulai, dengan dukungan dari puluhan ribu Madridista yang hadir di Bernabeu.

Mateo Kovacic, yang secara mengejutkan turun sebagai starter, benar-benar terlihat mampu mengendalikan lini tengah. Gelandang yang sebelum El Clasico, seolah-olah tak terpakai di Real Madrid, mampu bermain baik dengan menghubungkan lini pertahanan dan lini serang.

Wajah para pendukung Real Madrid di Santiago Bernabeu kala itu juga terlihat sangat cerah seperti matahari yang sedang terik. Namun, ternyata penampilan gemilang tersebut hanya bertahan selama beberapa menit di awal laga.

2. Lini Depan? Tumpul…

Karim Benzema, striker Real Madrid.

Tidak usah kita perdebatkan lebih jauh lagi. Permasalahan utama Real Madrid sejauh musim ini adalah kesalahan mereka menjual Alvaro Morata dan Mariano Diaz. Kocak, mereka juga tidak mendatangkan seorang striker anyar untuk menggantikan dua striker yang dilepas.

Dan sekarang, siapa yang patut disalahkan ketumpulan La Real di lini depan? pastinya, kita akan melihat satu nama, yaitu Karim Benzema.

Bertahun-tahun saya menyaksikan Benzema bermain, saya tidak pernah melihat dia bermain sangat buruk seperti sekarang ini. Bahkan saat tahun-tahun pertamanya yang sulit di Madrid, dia tidak seburuk ini. Dia masih bisa menunjukkan bahwa dirinya memiliki kualitas. Sekarang? pffftt..

Dia melewatkan peluang emas untuk mencetak gol saat dia menanduk umpan yang menurut saya cukup pas saat El Clasico kemarin. Begitu juga yang terjadi dengan Cristiano Ronaldo, yang bisa kita salahkan karena melewatkan beberapa peluang. Tumpul, tidak seperti musim-musim sebelumnya.

3. Lini Tengah yang ‘Kelelahan’

Toni Kroos, gelandang Real Madrid.

Di babak pertama, khususnya di menit-menit awal laga, lini tengah Madrid benar-benar enerjik dan berlarian ke sana-sini. Sementara lini tengah Barca lebih memilih tenang dan menunggu momen untuk memotong serangan yang dibangun Los Blancos.

Namun, terus-terusan menekan para pemain Barcelona, lini tengah dan lini depan Real Madrid keseringan tidak sabar dalam menyelesaikan peluang. Dan benar saja, berlarian ke sana-sini dan terburu-buru dengan peluang yang ada, mereka habis stamina di babak kedua.

Lihat, gol pertama Barca yang dipimpin dengan solo run Rakitic dari lini tengah, para gelandang yang dimiliki Real Madrid terlalu lemas menghentikannya. Dan yang terjadi, mereka harus mengakui kehebatan lini tengah Barcelona mengatur tempo permainan.

Selama babak kedua, kejadian seperti itu terjadi beberapa kali dan bertambah parah saat Carvajal mendapat kartu merah. Setelah itu,¬†Galacticos mengambil keputusan yang salah, yaitu bertahan dengan para gelandang yang sudah kelelahan. Alhasil, Barcelona malah ‘terlalu enak’ dan mencetak dua gol tambahan sebelum laga berakhir.

Jangan sampai ketinggalan informasi sepakbola lainnya!