Jose Mourinho Harus Perlakukan Romelu Lukaku Seperti Henrikh Mkhitaryan

97
Jose Mourinho harus perlakukan Romelu Lukaku seperti Henrikh Mkhitaryan di Manchester United

Jakarta, SportNusa – Sempat bersinar di awal musim, Henrikh Mkhitaryan kini seakan menghilang dari skuad Manchester United setelah mengalami penurunan performa. Saat ini, dengan menurunnya performa Romelu Lukaku, Mungkinkah Jose Mourinho melakukan hal yang sama?

Laga derby Manchester menjadi mimpi buruk bagi Lukaku. 2 gol The Citizens berawal dari kesalahan yang ia lakukan dalam melakukan antisipasi bola. Selain itu, ia pun melewatkan peluang emas saat tendangannya tepat mengenai dagu Ederson. Pada laga itu pula, Lukaku terlihat kelelahan pada pertengahan laga.

Sebagai seorang pemain penyerang, memang tugas utama anda adalah mencetak gol. Namun, bukan berarti seorang penyerang tidak perlu terlibat dalam bertahan. Penyerang justru harusnya menjadi penghalang pertama musuh. Jika melihat Lukaku pada beberapa laga terakhir, ia terlihat hanya berdiam diri saja saat lawan di sekitarnya menguasai bola. Seharusnya, ia setidaknya mengejar lawannya dan melakukan pressing.

Romelu Lukaku juga kerap kehilangan bola pada saat berhadapan dengan lawannya. Faktor kelelahan mungkin menjadi penyebab kurangnya konsentrasi Lukaku sehingga lawan-lawannya dapat dengan mudah merebut bola darinya.

Penurunan Performa Romelu Lukaku pantas membuatnya diperlakukan seperti Henrikh Mkhitaryan

Dengan menurunnya performa Romelu Lukaku yang mungkin diakibatkan oleh kelelahan yang dialaminya, tentu Jose Mourinho perlu memperlakukan penyerang asal Belgia tersebut seperti Henrikh Mkhitaryan. Penurunan performa Mkhitaryan membuatnya bahkan tidak dimasukan The Special One ke dalam skuad Manchester United pada beberapa laga terakhir.

Padahal jika dipikir-pikir, Mkhitaryan justru akan sangat berguna di saat absennya Paul Pogba. Tanpa Pogba, Manchester United seakan kehilangan peran pengatur serangan di lini tengah. Jika dibandingkan dengan Jesse Lingard yang ditempatkan sebagai gelandang serang selama Pogba absen karena kartu merah, tentu Mkhitaryan lebih berpengalaman.

Selama di Borussia Dortmund dan Shakhtar Donetsk, Mkhitaryan tidak jarang bermain sebagai seorang gelandang serang. Tentu sebagai seorang gelandang serang biasanya seorang pemain harus bisa mengatur penyerangan tim.

Sementara saat ini, tanpa Pogba, Mou justru terlalu fokus dengan skema serangan balik mengandalkan kecepatan Anthony Martial, Jesse Lingard, dan Marcus Rashford. Tidak jarang fans merasa bosan dengan permainan Manchester United saat ini.

Usai menghadapi Brighton pada 25 November lalu, Henrikh Mkhitaryan seakan terbuang dari skuad Manchester United

Memainkan Mkhitaryan bersama Juan Mata pada waktu bersamaan tentu akan lebih baik bagi The Red Devils. Dengan karakter menyerang yang dimiliki keduanya, Jose Mourinho tidak perlu terlalu fokus bertahan dan dapat terus melakukan permainan menyerang.

Kini kehadiran Mkhitaryan menjadi pertanyaan bagi fans United. Apakah karena anjloknya performa seorang Henrikh Mkhitaryan harus dilupakan dari skuad? Jika iya, tentu Lukaku harus diperlakukan dengan sama.

Saat ini Lukaku mungkin memang striker andalan bagi Mourinho. Romelu Lukaku berhasil mengemas 13 gol dari 24 laga sejauh ini. Sejak hadir di Old Trafford, Lukaku sendiri hanya baru melewatkan satu laga dan itu pun di ajang EFL Cup. Dengan terus tampilnya Lukaku di tengah jadwal padat, tentu ia akan mengalami kelelahan dan menurunnya kebugaran.

Jika Mourinho ingin Lukaku kembali tajam dan garang, tentu Jose Mourinho harus memperlakukan Romelu Lukaku seperti Henrikh Mkhitaryan. Lukaku perlu tidak dimasukan ke dalam skuad pada laga melawan tim yang lebih kecil. Hal ini demi memberikan Lukaku waktu istirahat agar dapat kembali bugar pada laga penting. Dengan kembalinya Zlatan Ibrahimovic, tentu Mourinho tidak perlu cemas untuk menentukan pengganti Lukaku.

Untuk itu, tidak ada salahnya Manchester United memulai laga dengan Zlatan Ibrahimovic untuk beberapa laga dan membiarkan Lukaku bersantai sejenak demi menjaga kebugarannya. Jika Lukaku kembali bugar, bukan tidak mungkin ketajaman sang pemain akan segera kembali.

Jangan sampai ketinggalan informasi sepakbola lainnya!