Kiper Roma Bisa Jadi Incaran Banyak Klub Top Eropa, Kenapa?

15
Kiper Roma Bisa Jadi Incaran Banyak Klub Top Eropa, Kenapa
Kiper Roma Bisa Jadi Incaran Banyak Klub Top Eropa, Kenapa

Jakarta, SportNusa – Ada yang menarik dari laga Roma menghadapi SPAL pada akhir pekan lalu. Semua mata tertuju pada kiper Roma, Alisson Becker, yang memamerkan ketenangannya dalam mengolah bola di area pertahanan.

Biasa diakrap tanpa nama belakangnya, Alisson memang merupakan kiper utama untuk Roma musim ini. Sebenarnya, sang kiper sudah bermain untuk Roma sejak musim lalu. Namun, dirinya harus berbagi waktu bermain dengan kiper lainnya, Wojciech Szczesny yang musim ini bergabung ke Juventus.

Merupakan kelahiran asli Brasil, Alisson memang seperti kiper Negeri Samba kebanyakan. Dengan refleks yang cepat dan keberanian menjemput bola-bola udara, mengingatkan kita pada sosok Julio Cesar. Julio Cesar memiliki refleks dan tepisan yang oke sehingga mampu membawa Inter Milan berjaya di Eropa.

Namun, yang istimewa dari Alisson Becker adalah kemampuannya untuk memainkan bola di area pertahanan. Sepakbola modern memang menuntut seorang kiper tidak hanya pandai menangkap dan menepis bola. Sepakbola zaman now memerlukan kiper yang berani menjemput bola di kotak penalti.

Terlepas dari kesalahan atau memang umpan balik dari para pemain di area pertahanan, kiper harus sigap untuk menyambut bola yang datang. Tuntutan ini berguna untuk menghindari kesalahan bek yang berbuah gol bunuh diri. Memiliki kiper dengan kemampuan seperti ini sangat membantu tim sepanjang musim.

Hal ini pun juga sempat beberapa kali diungkapkan oleh pelatih sekelas Pep Guardiola saat awal karirnya melatih Manchester City. Guardiola saat itu menyatakan bahwa seorang kiper harus bisa ikut bermain dan bahkan membantu serangan. Tuntutan ini pun membuat Guardiola menyingkirkan Joe Hart yang sudah cukup lama berkarir di Etihad Stadium.

Mendepak Joe Hart dari timnya, Guardiola lebih senang dengan Willy Cabalero di musim pertamanya di Liga Inggris. Di musim kedua, kiper muda Brasil, Ederson didatangkan dari Benfica dan diyakini akan menjadi kiper masa depan Brasil. Namun, perkiraan Guardiola kali ini salah. Yang lebih bersinar musim ini adalah Alisson Becker.

Selepas kepergian Szczesny, Alisson langsung mendapat kepercayaan dari pelatih anyar Roma, Eusebio Di Francesco. Dari 14 laga yang sudah dimainkan, Alisson selalu diturunkan dan menunjukkan penampilan impresif di setiap laga.

Tidak jarang juga dia menunjukkan penampilan-penampilan yang sesuai dengan kriteria-kriteria yang dibutuhkan oleh kiper zaman sekarang. Puncak penampilan impresif Alisson adalah saat menghadapi SPAL pada akhir pekan lalu. Saat mematahkan serangan SPAL, pemain Roma memantulkan bola ke area kotak penalti.

Bola sebenarnya bisa diatasi oleh Aleksandar Kolarov yang berada di dekatnya, namun sang kiper memilih untuk mengantisipasi bola sendirian. Padahal saat itu, gelandang SPAL, Alberto Grazzi juga berada di dekatnya dan hendak merebut bola tersebut. Dengan tenang, Alisson melakukan operan backheel ke Kolarov yang berada di sisi kiri pertahanan Roma.

Bila dibandingkan dengan Ederson yang disebut-sebut sebagai kiper masa depan Brasil, Alisson lebih menunjukkan kualitas tersebut. Beruntung Roma bisa mendapatkannya di awal musim 2016/17. Namun bisa jadi mereka akan kerepotan menjaga Alisson dari minat klub-klub top Eropa saat jendela transfer musim panas tahun depan dibuka. Apalagi kalau Alisson tampil meyakinkan bersama timnas Brasil saat Piala Dunia 2018.

Jangan sampai ketinggalan informasi sepakbola lainnya!