Aubameyang Meniti Jalan Menuju Panggung yang Lebih Besar

24

Jakarta, SportNusa – Pierre-Emerick Aubameyang mungkin tidak pernah merasakan megahnya ajang Piala Dunia, tapi mungkinkan ia cicipi panggung final Liga Champions?

Aubameyang merupakan salah satu sosok pencetak gol terbaik di dunia, tapi ia mungkin akan melewatkan kompetisi terbesar sejagad raya dan untuk masalah ‘hati’. Ia mewakili Gabon pada ajang internasional meskipun dilahirkan di Prancis dan tampil bersama mereka pada masa kanak-kanaknya.

Hmmm… sedikit aneh bukan? Kenapa ia harus memilih Gabon, negara yang tempati perignkat 92 di dunia, ketimbang negara yang pernah menjuarai Piala Dunia?

Gabon daripada Prancis? 

Akan lebih jelas ketika kita memutar waktu sedikit; ayah dari Aubameyang, Pierre, adalah kapten dari Gabon dan sempat tampil 80 kali bersama mereka. Dan pada sesi wawancara tahun lalu, ia menegaskan:

“Saya ingin mengikuti jejaknya. Ayah saya tampil 80 kali bersama Gabon, kebanyakan ia menjadi kapten bagi negaranya. Ini merupakan keputusan yang saya buat dengan hati dan bersama keluarga saya.”

Sekarang, meskipun mungkin terlihat melelehkan hati atas keputusannya untuk bermain bersama Gabon, tapi coba bayangkan sejenak seandainya lini serang Prancis ditambah kekuatan dari Aubameyang yang menemani Antoine Griezmann.

Gabon tempati peringkat ketiga galam grup kualifikasi Piala Dunia di belakang Moroko dan Pantai Gading, sehingga tidak mudah baginya untuk bisa lolos ke Rusia, ditambah lagi hanya sang juara gruplah yang akan melenggang ke tahap selanjutnya. Tidak ada play-off seperti di Eropa.

Negara kacau, gimana kalau di level klub? 

AC Milan adalah klub profesional pertama Aubameyang, meskipun tidak pernah tampil sekalipun bersama mereka, ia dipinjamkan ke klub Prancis berulang kali dimana ia bermain untuk Dijon, Lille, Monaco dan Saint Etienne. Kala bersama Etienne-lah karirnya mulai menanjak. Usai kantongi 8 gol, masa peminjamnnya berubah menjadi permanen, satu keputusan yang nantinya disesali oleh AC Milan.

Saat ia hijrah ke Prancis, ia menjadi top-scorer dengan 16 gol. Itu terjadi pada musim 2012/2013 dimana ia mulai menjadi salah satu ancaman berbahaya di benua Eropa.

Pierre-Emerick tempati posisi kedua di belakang Zlatan Ibrahomovic dalam perebutan Golden Boot di Ligue 1, tapi orang-orang sadar bahwa ia masuk ke dalam tim pilihan Ligue 1 dan menangkan Pemain terbaik Afrika. Hanya masalah waktu baginya untuk bermain bersama tim lebih besar dan masuklah Borussia Dortmund.

Semenjak ia berlaga di Jerman, Aubameyang telah kantongi 95 gol dan terus berlanjut sampai saat ini, termasuk gol hat-trick-nya saat laga debutnya menghadapi Augsburg. Akan tetapi semua orang tahu jika kepergiannya ke klub yang lebih besar akan terealisasi dalam waktu dekat ini.

Bagaimanapun, Dortmund bukanlah klub kecil, tapi ia mungkin akan dihadapkan situasi yang sama dengan yang dialami oleh Robert Leandowski, dimana ia tidak bisa benar-benar ekspresikan dirinya. Itu hal yang memalukan karena Bundesliga lebih seru ketika Bayern tidak mendominasi jalannya liga.

Karir seorang pesepakbola terbatas hanya dalam beberapa tahun saja, sehingga rasanya masuk akal saja jika mereka ingin melakukan segalanya dalam rentang waktu yang pendek.

Langkah Aubameyang yang selanjutnya akan jadi satu hal yang menarik dan banyak yang menduga jika hal itu akan terjadi saat musim panas tahun depan karena Dortmund harus mencari pemain pengganti yang sangat pas.

Ia berpeluang besar untuk tancapkan kakinya di klub manapun dan meningkatkan kualitas timnya. Real Madrid? Ok. Barcelona? Ok. Bayern Munchen? Ok. Manchester City? Ok. Dan kepindahannya kali ini akan menjadi keputusan terbesar yang pernah ia buat, dimana tidak diragukan lagi jika ia sudah merencanakan ini.

Jangan sampai ketinggalan informasi sepakbola lainnya!