Apa Saja Alasan Manchester City Bakal Kpeleset Musim Ini

60
Manchester City Rasa Barcelona

Jakarta, SportNusa – Belum pernah ada tim yang selalu di puncak klasemen usai 11 matchday seperti yang dilakukan Manchester City saat ini.

Selisih city dari Manchester United di posisi kedua saat ini adalah 8 poin usai the Citizen mengalahkan Arsenal 3-1 di Etihad Stadium. MU kian tertinggal usai mereka dirusak oleh sundulan Alvaro Morata yang membuat Chelsea menang tipis 1-0.

City telah memenangkan 10 dari 11 matchday mereka di liga hingga saat ini, dan ini merupakan rekor terbaik dalam karir Pep Guardiola sebagai manajer. Kembali ke musim 1993-94, Sir Alex Ferguson juga punya selisih poin mencapai dua digit dari tim-tim seperti Norwich, Arsenal, Blackburn dan Aston Villa usai 13 matchday. Hingga Oktober berakhir, United memimpin puncak klasemen dengan jumlah margin 11 poin.

The Red Devils melebarkan jarak menjadi 16 poin pada akhir Desember 1993 usai kemenangan besar 5-2 kontra Oldham Athletic di Boundary Park. Namun mereka mulai menurun dengan hanya dua kemenangan dalam enam matchday beruntun pada bulan Februari dan Maret.

United benar-benar kehabisan baterai mereka saat kalah 2-0 dari rival terdekat mereka, Blackburn pada tanggal 2 April, yang membuat mereka hanya terpaut selisih gol. Margin sebesar 16 poin hanya bertahan selama 3 bulan, namun United memang menjadi jawara dengan margin sebesar 8 poin.

Jadi, dengan ulasan di paragraf sebelumnya, margin yang dimiliki City saat ini masih cukup mudah untuk disalip. Jika ingin memastikan gelar sesegera mungkin, Guardiola dan anak-anak asuhnya harus terus tancap gas minimal sampai akhir Maret. Itu untuk menghindari kejadian serupa dengan yang dialami rival sekota pada tahun 1994.

Nih, contoh lainnya, Newcastle United yang malah ‘ambruk’ pada musim 1995-96, usai memimpin dengan margin 12 poin saat liga memasuki bulan Februari. Kejadian the Magpies mungkin kejadian paling pahit untuk para pemuncak klasemen sepanjang sejarah Liga Inggris.

Newcastle yang saat itu dilatih Kevin Keegan hampir sekuat seperti City sekarang, memenangkan delapan dari 9 laga pertama mereka di Premier League, dan tentunya juga banyak mencetak gol. Mereka juga saat itu seolah olah tak terhentikan, tapi kombinasi dari dominasi dari MU kembali setelah Hari Natal.

Skuad The Magpies yang saat itu dibintangi oleh Faustino Asprilla memang mengalami penurunan saat pergantian tahun. Newcastle harus tersingkir dari puncak klasemen dan mengakhiri musim dengan posisi kedua.

United dan juga Newcastle memiliki awal musim yang tak terkalahkan seperti yang dialami Manchester City saat ini. Dengan musim masih belum memasuki pertengahan musim, masih ada kemungkinan bahwa anak-anak asuh Guardiola bakal terpeleset.

Tapi skuad yang dimiliki oleh Guardiola sangatlah kuat yang membuat mereka tidak bergantung pada satu pemain. Mereka juga sudah beberapa kali menunjukkan performa stabil saat beberapa pemain kunci mangkir karena alasan cedera.

Kapten Vincent Kompany sekarang saja sedang mangkir hampir dua bulan karena cedera betis, tapi City nampaknya tidak merindukan sosok bek terbaik mereka itu. Benjamin Mendy menambah amunisi baik pertahanan atau serangan Manchester City. Namun baru bermain lima kali usai didatangkan dari Monaco, Mendy harus mangkir karena mengalami cedera ligamen dan banyak pihak yang meragukan pertahanan City akan melemah.

Tapi kenyataannya? Tidak. Guardiola kembali mempercayakan pos bek kiri kepada Fabian Delph, dan sekarang sisi kiri pertahanan City merupakan salah satu yang terbaik sejauh musim ini.

Di lini depan, Sergio Aguero tidak begitu sering bermain karena mengalami beberapa cedera termasuk kecelakaan mobil di Amsterdam pada September lalu. Tapi, lagi lagi City berhasil menutup kekosongan lini depan mereka dan mampu meneruskan tren kemenangan mereka. Kehadiran Gabriel Jesus yang memang berambisi menunjukkan kualitasnya di ranah Inggris sangat membantu mereka.

Namun yang belum dirasakan City sejauh ini adalah, bermain tanpa Kevin De Bruyne. Bayangkan jika gelandang kreatif asal Belgia itu harus mengikuti jejak Kompany? Cedera dan absen cukup lama dari lapangan hijau? Mampukah City mengatasi kekosongan jika ditinggalkan De Bruyne? Jawabannya adalah Yap. Mereka bisa. Dengan kedalaman yang cukup, khususnya di lini serang, Guardiola bisa meneruskan tren positif ini.

Yang jadi masalah adalah, jika Aguero dan Gabriel Jesus harus mangkir dari lapangan secara bersamaan. Mungkin itu bisa mempengaruhi momentum The Citizen, tapi itu bisa segera teratasi pada bursa transfer musim dingin nanti.

Tapi harus hati-hati, mendatangkan striker lagi, alih alih menambah opsi lini serang, itu bisa jadi senjata makan tuan untuk City. Gabriel Jesus yang masih terbilang ‘kids zaman now’, bisa merasa tersinggung (klub datangkan striker) dan malah ogah2an setiap diberi kesempatan.

Ya semoga saja masalah terakhir di atas tidak dialami Manchester City dan mereka bisa meneruskan performa impresif di sepanjang musim ini.

Jangan sampai ketinggalan informasi sepakbola lainnya!