Kenapa Argentina Kesulitan Lolos Piala Dunia?

70
Bauza-Messi Sangat Termotivasi untuk Timnas Argentina

Jakarta, SportNusa – Segalanya ditentukan pada Rabu pagi WIB saat Argentina harus mengalahkan Ekuador jika ingin (tidak tentu juga) lolos ke Piala Dunia 2018.

Sebuah hasil imbang akan membuat mereka tidak lolos, tapi jika menang, tiga laga lainnya harus sesuai dengan harapan mereka. Namun, berharap pada hasil laga lain bukanlah sesuatu yang bisa ditentukan oleh Jorge Sampaoli.

Anda bisa saja menyalahkan 101 faktor berbeda atas situasi yang sedang dialami mereka saat ini. Mereka telah gonta-ganti pelatih sebanyak 3 kali dan total menggunakan sebanyak 38 pemain berbeda, sungguh tidak jelas kan?. Mereka sudah tanpa Lionel Messi selama 8 laga, dimana dari 8 laga tersebut mereka hanya berhasil mengoleksi tujuh poin.

Babak Kualifikasi Zona Amerika Selatan menjadi sangat panas, dengan enam negara diantaranya berada di 16 besar ranking FIFA, tentu saja selisih poin sangatlah tipis.

Ditambah, dua laga terakhir yang dimainkan zona Amerika Selatan, dengan dua sosok kiper Wuilker Farinez dari Venezuela dan Pedro Gallese dari Peru) yang tampil gemilang dengan penyelamatan-penyelamatan luar biasa.

Dengan kondisi seperti, mereka bisa saja dengan mudah menaklukkan Peru dan Venezuela. Dan jika Argent mampu melakukan itu, mereka saat ini bisa berada di posisi kedua, dibelakang Brazil, dan tidak perlu ada pembahasan seperti ini.

Penting untuk tidak kehilangan semangat di saat-saat seperti ini. Khususnya dengan sosok Sampaoli, pelatih yang rela berhenti dari Sevilla musim panas ini untuk mencoba mengantar mereka ke Rusia. Sampaoli belum pernah benar-benar berarti untuk negaranya, seperti yang dia lakukan di negara lain di Amerika Latin (Peru, Ekuador dan Chili).

Padahal sang pelatih sangat bersinar saat melatih Universidad de Chile dan juga timnas Chili, dengan memenangkan Copa America. Dia kembali ke Argentina dengan berharap membuktikan sesuatu dan diharapkan bisa lebih cepat beradaptasi.

Gaya sepak bola Sampaoli menuntut waktu bermain di atas lapangan (menekan di seluruh area lapangan, pergantian posisi dengan cepat). Dia bukan sosok pelatih yang bisa mengubah segalanya dengan cepat.

Gaya sepak bola sang pelatih harus dipelajari, diadaptasi dan dipahami. Menyadari dirinya tidak memiliki waktu untuk hal-hal tersebut, dia menyuruh Argentina menjadi tim yang biasa-biasa saja, berharap akan ada cukup mukjizat untuk mereka. Mereka melakukannya, beberapa kali bermain dan membahayakan, tapi hasil tetap tidak sesuai harapan.

 

Jika memang tidak juga meraih kemenangan kontra Ekuador nanti pagi, mungkin Argentina harus benar-benar melakukan perubahan besar-besaran. Kegagalan ke Piala Dunia 2018 akan menjadi momok besar untuk federasi sepakbola negara kelahiran Diego Maradona itu. Namun, memecat Sampaoli bukanlah solusi tepat, yang perlu mereka bangun dari kegagalan tersebut adalah gaya permainan sang pelatih.

Semoga saja segala sesuatunya berjalan sesuai harapan Argentina.

Jangan sampai ketinggalan informasi sepakbola lainnya!