Opini Bola: 5 Klub yang Gagal Juarai Liga Inggris

130
Opini Bola 5 Klub yang Gagal Juarai Liga Inggris

Jakarta, SportNusa – Klub yang dipunggawai pemain-pemain hebat belum tentu mampu membawa timnya menjadi juara liga domestik.

Faktor lainnya yang sangat seringkali dilupakan namun krusial adalah keberuntungan. Apa dikata jika sang Dewi Fortuna belum berpihak pada tim. Mau sekeras apapun usahanya jika tidak memiliki keberuntungan akan sama saja omong kosong.

Sama seperti 5 Klub Liga Inggris di bawah ini, mereka hebat namun ada saja faktor yang kurang dari dalam tim. Berikut adalah 5 Klub yang Tidak Pernah Juarai Liga Inggris:

5. Newcastle United Musim 1995/1996

Meski memiliki deretan pemain hebat, Newcastle tidak mampu raih titel juara

Newcastle adalah tim yang sangat gemilang saat musim 1995/1996. Satu tim yang dihuni oleh Les Ferdinand, Peter Beardsley dan David Ginola, memainkan sepakbola menyerang, dimana The Magpies mampu halau rintangan dan menenangkan 9 dari 10 laga awal mereka.

Pada bulan Januari, mereka berhasil unggul 12 poin di puncak klasemen dan hampir memenangkan titel juara untuk pertama kalinya sejak 1927.

Manchester United muncul dengan tampilan baru, dan tidak mampu dihentikan usai taklukan West Ham 1-0 di bulan yang sama. Dalam 15 laga final The Red Devils, mereka mampu petik 13 kemenangan dan satu hasil imbang, sementara tim besutan Keegan kalah dalam lima laga dan tiga hasil imbang dalam periode yang sama.

Kurangnya pengalaman sungguh membebani mereka, namun beberapa tim Liga Inggris memang cukup mendebarkan jika diikuti sepanjang musim berjalan.

4. Liverpool Musim 2013/2014

Liverpool yang tampil hebat masih belum bisa taklukan kerasnya persaingan Liga Inggris

Hanya ada sedikit kesempatan bagi Liverpool dalam 13 laga pembuka untuk menyatakan jika mereka adalah favorit untuk juarai liga dengan beberapa pekan tersisa. Tiga kemenangan 1-0 atas Stoke, Aston Villa dan Manchester United tentunya mewakili awalan yang positif, akan tetapi diawal Desember, The Reds tertinggal tujuh poin usai kalah dari Southampton, Arsenal dan Hull.

Namun segalanya berubah, dan kemenangan atas Norwich (5-1), West Ham (4-1), Tottenham (5-0) dan Cardiff (3-1) mampu dicetak oleh tim asuhan Brendan Rodgers. Mereka buruk dalam lini pertahanan, akan tetapi dengan lini serang mereka yang tajam, dihuni oleh Luis Suarez, Daniel Sturridge dan Raheem Sterling, ketiganya mampu koleksi 101 gol.

Progres mereka ternodai oleh kekalahan beruntun dari Manchester City dan Chelsea, akan tetapi Liverpool mampu bangkit dan berada di puncak klasemen pada akhir bulan Maret.

Kemenangan 3-2 atas City membawa kubu Merseysides berada di posisi terdepan untuk meraih trofi juara untuk pertama kalinya sejak 1990, namun kalah dari Chelsea dan imbang 3-3 bersama Crystal Palace, membuka peluang bagi kubu Manuel Pellegrini untuk raih titel juara.

Liverpool pada sebenarnya koleksi lebih banyak poin pada akhir musim lainnya, posisi kedua di bawah kepelatihan Rafael Benitez, namun semestinya kecermelangan Suarez seharusnya mampu kembalikan timnya ke puncak.

3. Chelsea 2007/2008

Chelsea terpaksa gigit jari karena tidak bawa trofi juara ke Stamford Bridge

Sungguh malang Chelsea, 85 poinnya tidak cukup untuk lampaui Manchester United di peringkat pertama.

Chelsea gagal untuk menangkan laga atas Manchester United dan Fulham dalam dua pertandingan langsung, usai kepergian Jose Mourinho yang menggemparkan pada bulan September, yang meninggalkan merekan tujuh poin di belakang Arsenal, yang juga punya satu pertandingan yang belum dimainkan.

Dari titik itu sampai seterusnya, The Blues tampil dengan brilian, takluk di tangan The Gunners pada bulan Desember merupakan kekalahan saut-satunya mereka musim itu, dimana Grant memenangkan 22 laga dari 30 pertandingan tersisa untuk memuncaki klasemen.

2. Arsenal Musim 1998/1999

Meski dipunggawai pemain-pemain hebat, Arsenal gagal juarai Liga Inggris 1998/1999

Meskipun menutup musim dengan perbedaan 12 poin di belakang Chelsea, Arsenal pada musim 1998/1999 menyelesaikan musim dengan terpaut satu poin dari United.

Kalian mungkin tidak percaya, namun ada satu kala saat pendukung Arsenal tampil kompak dan kekaguman dengan majunya cara berpikir klub, inovatif dan pelatih moderen dalam sosok Arsene Wenger.

Pelatih asal Prancis itu menangkan dua titel juaranya bersama kubu London Utara, namun bertekuk lutut dalam Liga Inggris dan Piala FA oleh Manchester United, yang juga menjuarai Liga Champions di Barcelona musim selanjutnya.

78 poin musim 1998/1999 dibandingkan dengan musim 2004/2005, saat skuad The Gunners yang berisi Thierry Henry, Robert Pires, Ashley Cole dan Freddie Ljunberg yang merapup 83 poin.

Arsenal adalah tim yang sulit ditaklukan dalam musim 1998/1999, akan tetapi mereka tidak punya catatan kemenangan yang cukup dalam liga. Mereka mungkin tidak mencetak gol, tapi musim 1998/1999, yang dibela oleh David Seaman, Tony Adams, Patrick Vieira dan Dennis Bergkamp, lebih sulit untuk dipatahkan. Mereka hanya kejebolan 17 gol dan memiliki catatan yang lebih baik ketimbang rival terdekat mereka.

Memang, Arsenal musim 2004/2005 tidak cukup beruntung saat berhadapan dengan Chelsea, United dan Liverpool, mereka lebih tangguh jika melawan musuh yang sama pada musim 1998/1999, dengan kekalahan mereka satu-satunya datang dari Leeds di bulan Mei.

Kemunduran itu membawa pengaruh besar, dimana United tampil nyaman di puncak klasemen.

1. Manchester United Musim 2011/2012

Manchester United gagal raih titel juara pada musim 2011/2012

Nasib berbeda dialami Alex Ferguson 13 tahun kemudian, saat United mencatatkan poin tertinggi dalam 38 laga di Inggris.

Juara bertahan itu mengawali musim dengan kemenangan beruntun melawan West Brom, Everton, Arsenal, Bolton dan Chelsea, akan tetapi kekalahan 6-1 dari Manchester City menyebabkan mereka turun ke peringkat kedua pada bulan Oktober.

Itulah titik dimana mereka masih jadi yang terbaik selama lima bulan, sebelum City satu-satunya kemenangan dari lima laga menghadapi Swansea, Chelsea, Stoke, Sunderland dan Arsenal.

Konsistensi Unted membawa mereka unggul delapan poin di puncak klasemen, namun mereka malah membuang-buang kesempatan dalam enam laga terakhir. Kalah 1-0 dari Wigan dan City terbukti fatal, namun mungkin hasil paling signifikan adalah hasil imbang 4-4 atas Everton, yang memperbarui harapan tim asuhan Roberto Mancini jelang derby yang selanjutnya.

Manchester United masih punya satu peluang untuk caplok trofi di laga terakhir, namun gol Sergio Aguero saat melawan QPR mengubur mimpi mereka dengan cara tragis.

Jangan sampai ketinggalan informasi sepakbola lainnya!