Opini Bola: 5 Kesalahan Besar yang Dilakukan oleh Para Pelatih

177
5 Kesalahan Besar yang Dilakukan oleh Para Pelatih
SportNusa.com

Jakarta, SportNusa – Pelatih merupakan inti dari sebuah tim sepakbola. Tidak ada satupun sosok yang berkontribusi sebesar pelatih dalam kesuksesan tim yang memutuskan taktik, transfer dan menyatukan seluruh timnya.

Satu kesalahan yang dilakukan oleh pemain mungkin akan membuka jalan yang lain; satu kelalaian yang dilakukan seorang manager bisa mengakibatkan kegagalan selama satu musim penuh. Meski mengusahan yang terbaik dan tahu keindahan dari sepakbola yang ada di dunia ini, para pelatih tidak luput dari kesalahan.

Di bawah ini SportNusa akan membahas mengenai 5 Kesalahan Besar yang Dilakukan oleh Para Pelatih. 

  • Mourinho membiarkan Kevin De Bruyne Pergi

    5 Kesalahan Besar yang Dilakukan oleh Para Pelatih - de bruyne
    Kevin De Bruyne Berseragam Chelsea.

Pelatih asal Portugal itu adalah salah satu pelatih terbaik sepanjang masa dan tidak ada yang meragukan hal itu. Pelatih yang menjuarai Liga Champions itu juga salah satu sosok paling kontroversial dalam sejarah.

Meskipun beberapa keputusannya membuat semua orang terkaget-kaget dan dianggap fatal di masa lalu, mungkin ini adalah salah satu keputusan yang tidak bisa diterima ketika ia mengizinkan pemain muda berbakat asal Belgia, Kevin De Bruyne hengkang dari Chelsea.

Mou melepaskan De Bruyne ke Wolfsburg pada 2014, akan Manchester City membawanya kembali ke negeri Ratu Elisabeth satu musim kemudian – dengan membayarkan tiga kali lipat yang digelontorkan oleh Wolfsburg ke Chelsea.

Ini mungkin jadi salah satu penyesalan terbesar Jose dalam beberapa tahun terakhir. Untuk diketahui, De Bruyne mungkin akan menyelamatkannya dari suramnya musim 2015-2016.

  • Paul Pogba dibiarkan pergi dari MU

    5 Kesalahan Besar yang Dilakukan oleh Para Pelatih - pogba
    Paul Pogba Bersama Manchester United (2009)

Meskipun dianggap salah satu pelatih terhebat sepanjang sejarah Premier League, kesalahan terbesar yang pernah dibuat oleh Sir Alex Ferguson adalah saat ia mengizinkan Paul Pogba untuk pergi dari Old Trafford.

Ferguson rela untuk diinvestigasi oleh FIFA saat memboyong pemain muda itu ke Manchester pada tahun 2009, dan padahal Pogba bermain dengan gemilang bersama tm muda. Bagaimanapun, dikarenakan sedikitnya kesempatan bersama tim senior dan meningkatnya rasa frustasinya, mengakibatkan pemain itu harus hengkang.

Pogba pergi meninggalkan klub dengan nilai transfer sebesar 800.000 pounds, dan United pada musim panas lalu mendatangkannya kembali dengan biaya senilai 89 juta pounds, sehingga kesalahan tersebut malah membuat pihak klub harus mengocek kantongnya dalam-dalam.

Punggawa timnas Prancis itu juga pernah mengatakan jika mantan pelatih asal Skotlandia itu merupakan alasan utamanya untuk pergi, dan sejak mengalami banyak perkembangan di Juventus, ia mengisi kekurangan pemain gelandang hebat yang sudah dinantikan oleh Manchester sejak lama.

  • Takluknya Guardiola di Tangan Real Madrid

    5 Kesalahan Besar yang Dilakukan oleh Para Pelatih - guardiola
    Pep Guardiola takluk dari tangan Real Madrid dalam Liga Champions.

Beralih dari hal-hal yang berbau transfer pemain, sekarang kita bahas Guardiola ‘si perfeksionis’ yang mengungkapkan kesalahan terbesar yang pernah dibuatnya.

Pelatih Manchester City itu sudah meraih apa yang sangat didambakan oleh para pelatih dalam tujuh tahun. Namun, CV-nya akan lebih baik jika dia tidak melakukan kesalahan yang sangat merugikan, yang pada akhirnya membuat Guardiola harus pergi dari Munich tanpa gelar juara Liga Champions.

Pertandingan leg pertama babak semi final Champions League pada musim 2013-2014 diselenggarakan di Santiago Bernabeu, di mana Bayern Munich mendominasi jalannya pertandingan, namun gol dari Benzema membuat mereka harus takluk dari Madrid. Pada leg berikutnya, Bayern diprediksi akan memenangkan pertarungan kala itu, namun apa yang terjadi malah kebalikannya yang membuat geger seluruh dunia.

Sebelum leg selanjutnya, berpikir secara berlebihan yang dilakukan Pep membuatnya merasa terbebani. Ia berencana untuk menerapkan tiga bek pada leg kedua sehingga bisa meminimalisir serangan balik Real. Meskipun begitu, beberapa hari jelang pertandingan, ia berpikir jika formasi 4-2-3-1 akan membawanya pada kesukesan. Beberapa jam sebelum laga, Pep kembali merubah rancangannya dan memainkan 4-4-2, yang notabene formasi yang benar-benar menyerang.

Hal itu malah jadi bencana besar dikarenakan para pemain Bayern tidak yakin seperti pelatih mereka. Tim terlihat ‘amburadul’ saat serangan balik dan menciptakan beberapa peluang serta tim terlihat tidak punya tujuan sepanjang musim dalam liga.

Real Madrid menang 4-0 di Allianz berkat dua gol dari Sergio Ramos dan Cristiano Ronaldo, dan Guardiola terlihat sangat kaget. Kegagalannya untuk menang di Liga Champions merupakan salah satu musibah yang akan terus menghantuinya.

  • Arsene Wenger yang Hanya Berangan-angan untuk Datangkan Pemain

    5 Kesalahan Besar yang Dilakukan oleh Para Pelatih - wenger
    Arsene Wenger terlalu banyak berangan-angan.

Wenger merupakan seorang pelatih cerdas yang karirnya sedikit hancur dikarenakan tidak memenangkan satupun trofi bagi Arsenal dari musim 2004-2013 dan ketidak mampuannya untuk tampil cemerlang di Eropa.

Meski Wenger sudah mendapatkan beberapa pemain hebat selama bersama The Gunners, yang dimulai dari Dennis Bergkamp sampai Mesut Ozil, ada beberapa pemain yang pelatih asal Prancis itu lewatkan untuk diresmikan – dan kebanyakan dari pemain itu menjadi pemain hebat di kemudian hari.

Mulai dari Kompany yang Wenger akui hampir direkrutnya untuk menggantikan Sol Campbell sampai Didier Drogba, pemain yang menghantui Arsenal dalam beberapa kesempatan, Wenger melewatkan peluang untuk membeli beberapa pemain hebat semasa karir kepelatihannya.

Baru-baru ini, Wenger mengatakan bahwa ia mengawasi situasi dari Dmitri Payet, namun memutuskan untuk tidak ‘memungutnya’, dan juga pemain seperti Rafael Varane dan Angel Di Maria semasa mereka muda.

  • Rafa Benitez Menjual Xabi Alonso untuk Gareth Barry

    5 Kesalahan Besar yang Dilakukan oleh Para Pelatih - alonso
    Xabi Alonso dilepask oleh Liverpool demi dapatkan Gareth Barry

Xabi Alonso diboyong ke Merseyside oleh Benitez, dan ia merupakan sosok penting dalam tim yang menjuarai Liga Champions di Istanbul. Pemain berkebangsaan Spanyol itu membuat satu kemitraan yang kuat bersama kapten Steven Gerrard di tengah lini lapangan dan pengauruhnya dalam tim sudah tidak bisa diragukan lagi.

Gerrard dan Carragher menyebut transfer itu sebagai langkah yang ‘bodoh’, di mana Benitez menjual Alonso ke Real Madrid dengan banderol 30 juta pounds. Pelatih itu ingin dana lebih untuk bisa mendapatkan pemain lain, dan salah satu pemain dalam daftarnya adalah Gareth Barry.

Meskipun Barry bukan pemain yang jelek, menjual Alonso bisa diibaratkan seperti kalian menjual Ferrari untuk membeli sebuah apartemen kecil. Kepergian Alonso membuat satu lubang yang besar di lini tengah Liverpool. Satu musim setelah penjualannya, Liverpool tampil dengan sangat buruk dan pada akhirnya Benitez juga harus tinggalkan klub.

Alonso lalu berhasil menjuarai Piala Dunia dan dua Euro bersama timnas Spanyol, dan memenangkan trofi Liga Champions bersama Real Madrid dan masih menjadi bagian penting di Bayern Munich.

Jangan sampai ketinggalan informasi sepakbola lainnya!