Kelebihan, Kekurangan dan Peran Pemain Dalam Formasi 3-5-2

5831
Kelebihan, Kekurangan dan Peran Pemain Formasi 3-5-2

Jakarta, SportNusa – Dalam artikel ini SportNusa akan membahas mengenai struktur, kelebihan dan kekurangan dari formasi 3-5-2.

Artikel ini akan fokus pada pengaruh lini pertahanan dan bek sayap, dikarenakan posisi gelandang tengah dan lini serang tidak terlalu berpengaruh dengan perubahan bentuk formasi ini.

Formasi

Apakah ini 3-5-2 atau 5-3-2? Formasi ini seperti tidak memiliki perbedaan yang begitu besar, namun di sini kita bisa melihat satu hal yang mencolok, yaitu tiga bek dan dua pemain bek sayap. Untuk pemain gelandang sendiri bisa digunakan beragam gelandang, dan beberapa pelatih memainkan satu gelandang di depan sementara pelatih lainnya memilih menggunakan dua gelandang.

Tiga Pemain Bertahan

Dengan tiga bek tengah, lini pertahanan akan memiliki seorang pemain bertahan cadangan bahkan saat melawan formasi 4-4-2. Pelatih seperti Marcelo Bielsa – yang setia menggunakan formasi ini – memiliki skuad yang bisa menyesuaikan dalam setiap situasi pertandingan, dan mampu memainkan tiga bek adalah sebuah keharusan.

Bielsa seringkali merubah para pemain gelandang menjadi bek yang serbaguna, dan salah satu contohnya adalah saat Piala Dunia 2010 bersama timnas Chile. Ia memainkan Waldo Ponce sebagai bek tengah inti dan mengandalkan dua pemain gelandang lincah yang tangguh dengan mempercayakan Gonzalo Jara dan Gary Medel.

Baca Juga: Kelebihan, Kekurangan dan Peran Para Pemain Dalam Formasi 4-2-3-1

Selanjutnya, Bielsa melanjutkan trennya dengan menggunakan Javi Martinez sebagai seorang playmaker dari lini tengah di Athletic Bilbao dan juga Pep Guardiola mengulangi hal itu dan meribah Javier Mascherano sebagai bek tengah di Barcelona.

Bek Sayap

Bek sayap yang sejati benar-benar penyerang yang tidak terlihat. Sepakbola moderen menunjukkan pentingnya serangan dari sisi kanan dan kiri – kenyataannya adalah Dani Alves dipertimbangkan sebagai salah satu bek kanan yang paling hebat.

Memiliki tiga bek tengah melepaskan para bek sayap dari tugas mereka untuk melindungi area belakang, memungkinkan mereka untuk berkuasa di tengah lapangan dan banyak memberikan kontribusi kepada pemain di belakangnya.

Formasi ini sangat pas dengan pemain seperti Glen Johnson dan Rafael – dua pemain yang sempurna saat melancarkan serangan namun berpengaruh dalam lini pertahanan – dikarenakan mereka hanya harus balik sejauh mereka memenuhi tugas sebagai bek kanan.

Kelebihan

Formasi ini bisa digunakan dengan beragam gaya dan tempo, menjadikannya mampu digunakan oleh seluruh tim dengan berbagai filosofi yang mereka anut.

Manchester City bisa mengendalikan jalannya pertandingan dengan memainkan tiga gelandang dan seorang striker yang berkeliaran di depan gawang, sementara mereka juga bisa mendorong para bek sayap bersamaan dan meminta mereka untuk maju sesuai dengan strategi tim.

Baca Juga: Kelebihan, Kekurangan dan Peran Para Pemain Dalam Formasi 4-3-3

Bek kiri Italia, Emmanuele Giaccherini sering dimainkan dalam posisi ini saat Euro 2012 saat menghadapi Spanyol, dimana Andrea Pirlo mengendalikan bola di area yang luas dan melancarkan serangan dari sisi kiri.

Memiliki pemain yang beraksi menyapu seluruh lapangan bisa memaksimalkan permainan tim, menciptakan ruang untuk operan di lini tengah lapangan, dan Pirlo ahli akan hal ini.

Prandelli secara efektif menggunakan formasi 3-5-2 – memaksimalkan semua area untuk mengendalikan jalannya pertandingan dan dengan cepat merilis para pemain sayap – menjadi formasi yang luar biasa, dan Italia satu-satunya tim yang pantas untuk menerima Jordi Alba sebagai salah satu potensi memajukan untuk serangan mereka.

Kelemahan 

Untuk menerapkan formasi ini, sebuah tim harus memiliki skuad yang dipenuhi dengan pemain-pemain bertalenta. Para bek tengah, harus memiliki kemampuan-kemampuan yang spesifik.

Dua pemain di depannya harus bisa bergerak bebas dan kelincahan yang tinggi. Kalian hanya harus menyaksikan Eden Hazard melewati Ivan Ramis dalam laga pembuka menghadapi Wigan untuk menyaksikan apa yang terjadi.

Bek tengah harus dominan saat beradu di udara dan suka untuk maju ke depan dengan menggiring bola – jika mereka tidak memiliki kemampuan positioning yang sempurna, itu akan jadi bumerang bagi tim yang menerapkan formasi ini.

Saat tiga bek berada di depan, akan sulit untuk mengetahui siapa yang harus menjaga penyerang tim musuh. Jika bek tengah menutup penyerang tengah, apa yang dilakukan oleh pemain lainnya? Jika para para pemain belum berpengalaman dalam taktik ini, maka hasilnya bisa dilihat saat City melawan kubu Anfield dalam Liga Inggris.

Kekhawatiran terbesar 3-5-2 adalah saat salah satu bek tidak dalam posisi yang siap. Kesuksesan formasi ini ada pada ketangguhan tiga bek, sehingga saat lini pertahanan jebol, dua pemain bek lainnya akan berusaha untuk menutup.

Itu akan menyisakan lubang yang besar. Inilah bahaya yang mengintai dari para penyerang, dan itulah yang membuktikan Daniele De Rossi sebagai salah satu pesepakbola dunia terbaik karena dia tidak berhasil jatuh ke dalam jebakan Cesc Fabregas saat ajang Euro.

Jangan sampai ketinggalan informasi sepakbola lainnya!