Kelebihan, Kekurangan dan Peran Pemain Dalam Formasi 4-4-2

13729
Formasi 4-4-2

Jakarta, SportNusa – Mungkin formasi terbaik yang dikenal dalam sepakbola adalah formasi 4-4-2, tapi semakin kesini semakin sedikit tim yang memakainya.

Pastinya empat pemain bertahan, dengan dua bek sayap dan dua bek tengah. Empat pemain di lini tengah diisi oleh dua gelandang tengah dan dua gelandang sayap, dimana dibarisan depan ada dua orang striker.

Salah satu kekuatan 4-4-2 adalah keseimbangan di seluruh tim, setiap sisi sama imbangnya dimana itu bisa membantu tim baik saat dengan atau tanpa bola.

Dibawah asuhan Fergie (Sir Alex Ferguson), Manchester United sering memainkan dua gelandang sayap yang naik turun di pinggir lapangan.

Ryan Giggs dan David Beckham merupakan contoh bagus untuk ini, tentu saja mereka diperbolehkan untuk menusuk ke kotak penalti, tapi keseringan mereka berlarian di pinggir lapangan dan membuat permainan lebih melebar.

Baca Juga: Kelebihan, Kekurangan dan Peran Para Pemain Dalam Formasi 4-2-3-1

Kekuatan lainnya adalah memiliki dua striker di barisan depan pada saat yang sama, jika mereka duet yang mematikan, itu akan membuat para bek tengah lawan kesulitan menahannya.

Keseringan satu striker akan lebih bermain ke belakang untuk menjadi penghubung bola antara para gelandang dan satu striker lagi, akan lebih ke depan menunggu bola. Memiliki dua striker yang bermain dengan baik secara bersamaan dapat membantu tim mencetak gol lebih mudah.

Jika berbicara kelemahan, yang paling dirasakan adalah kurangnya peran gelandang bertahan dalam formasi ini.

Itu berarti bahwa tim-tim lawan yang memainkan gelandang serang dapat menemukan banyak ruang antara lini dan berpotensi membuat tim yang memakai formasi ini kesulitan.

Satu cara untuk meminimalisir potensi itu adalah membuat barisan pertahanan lebih naik dan salah satu bek tengah menutup pergerakan gelandang serang lawan jika mereka mendapat bola.

Tapi ini bisa menimbulkan lebih banyak masalah. Dengan barisan pertahanan yang lebih naik, itu akan membuat pertahanan cukup jauh dari posisi kiper, dan para pemain berkaki cepat akan senang dengan hal ini.

Baca Juga: Kelebihan, Kekurangan dan Peran Para Pemain Dalam Formasi 4-3-3

Kelemahan lainnya adalah kurangnya gelandang serang, formasi ini lebih memfokuskan pada dua gelandang tengah untuk menciptakan peluang dan jika salah satu dari mereka terlalu jauh menyerang, bisa membuat tim kehilangan keseimbangan.

Dua pemain tengah tersebut harus punya sikap disiplin yang tinggi dan bermain untuk satu sama lain, menutup ruang satu sama lain dan selalu memberikan umpan-umpan mematikan.

Karena tanggung jawab yang dimiliki oleh dua gelandang tengah, gelandang sayap memiliki tanggung jawab yang besar untuk menciptakan peluang-peluang, tapi mereka juga harus bekerja keras secara bertahan saat tim diserang.

Ini berarti posisi yang sangat menuntut dan karena jarangnya seorang pemain sayap yang jago dalam serangan dan bertahan, tim-tim sering memasang satu pemain sayap yang bagus dalam menyerang di satu sisi dan di sisi lain seorang pemain sayap yang lebih jago bertahan, untuk menjaga keseimbangan tim.

Sebuah tim yang paling sukses mempraktekkan formasi ini dalam sejarah sepakbola modern adalah Manchester United. Mereka menggunakan 4-4-2 dan Alex Ferguson meyakinkan semua pemain tahu persis apa yang diharapkan dari mereka.

Sir Alex Ferguson memakai formasi 4-4-2 selama dirinya melatih Manchester United

Di depan ada Wayne Rooney dan Dimitar Berbatov yang menjadi duet striker. Rooney sering lebih mundur untuk menghubungkan lini tengah dan lini serang sementara Berbatov akan tetap di depan mencari ruang.

Ryan Giggs, Nani, Ashley Young dan Ji Sung Park merupakan gelandang-gelandang sayap yang diandalkan saat itu. Mereka telah diminta untuk berlarian di pinggir lapangan dan membuat permainan tim lebih melebar.

Baca Juga: 3 Pemain Yang Bisa Dijadikan Solusi Bek Kiri Liverpool

Di lini tengah, dua gelandang yaitu Paul Scholes, Michael Carrick dan Darren Fletcher bertanggung jawab sebagai gelandang tengah. Ketiganya merupakan gelandang yang cukup disiplin dan mampu mengendalikan permainan dari tengah lapangan dan kembali merebut penguasaan bola, lalu memberikan bola kepada para pemain sayap dan tentunya kepada Wayne Rooney.

Pertahanan yang solid dari duet Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic merupakan salah satu duet bek tengah terbaik kala itu, dimana Patrice Evra, John O’Shea, Rafael bertanggung jawab sebagai bek sayap.

Jangan sampai ketinggalan informasi sepakbola lainnya!